Latar Belakang …. Keberadaan PNS sangat dibutuhkan dalam rangka pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Untuk itu, terhadap PNS perlu dilakukan pembinaan yang sistematis melalui berbagai kebijaksanaan dan instrumen pembinaannya. Salah satu instrumen untuk dapat mengarahkan PNS pada tingkat kompetensi yang diinginkan adalah penerapan sistem penilaian kinerja (prestasi kerja), yang secara formal tertuang pada PP No. 10 tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS, atau lebih dikenal dengan DP3. Dalam prakteknya, implementasi kebijakan tersebut mengandung banyak bias dalam berbagai variasi, antara lain : hallo effect ; liniency and severity effect ; central tendency ; assimilation and differential effect ; first impression error ; serta recency effect. Mengingat hal tersebut, maka perlu dilakukan penyempurnaan atas sistem penilaian tersebut, sehingga kompetensi PNS diharapkan dapat lebih meningkat lagi. Baca entri selengkapnya »

Dosen : Dr. Agung Praptapa, MBA
Magister Manajemen Unsoed

Aplikasi Action Control
Pada Sistem Informasi Puskom Unsoed
Oleh : Irfan Priambudi
P2CC07108 / XXI
Sebelum e-Sia dibangun, Unsoed telah memiliki aplikasi registrasi yang digunakan untuk merekam pembayaran, pencetakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Namun karena keterbatasan dari aplikasi sebelumnya, dibuatlah aplikasi baru untuk registrasi yang mencakup pengelolaan student body mahasiswa, rekapitulasi registrasi untuk bagian keuangan universitas dan fakultas, pemotretan KTM on-line, pencetakan KTM, merekam mahasiswa yang cuti/lulus/do/keluar/meninggal. Sub system registrasi baru tersebut merupakan bagian dari e-Sia sehingga arsitekturnya merupakan bagian dari pengembangan e-Sia. Informasi dapat diakses dari seluruh Unsoed melalui intranet secara terpusat dengan letak server di UPT Puskom. Tanggungjawab perkerjaan telah dibagi(share), bagian keuangan memperhatikan tentang besaran pembayaran biaya pendidikan masing-masing program studi, bagian registrasi memperhatikan tentang tagihan pembayaran dan status mahasiswa, bagian Bependik fakultas memperhatikan mahasiswa yang yudisium, Bapendik universitas memperhatikan tentang pendaftaran wisuda, Pembantu Rektor II dapat mengamati dan membagi biaya SPP ke Fakultas sesuai dengan informasi yang didapat langsung dari e-Sia.
Penguatan untuk implementasi sub system registrasi selaras dengan implementasi e-Sia di seluruh Unsoed sesuai dengan rapat pada tanggal 25 November 2004. Namun pada akhirnya implementasi tersebut hanya berjalan di bagian registrasi, dan keuangan sedangkan fakultas belum menggunakan. Manfaat yang diperoleh adalah pengelolaan jumlah mahasiswa terdaftar (student body), rekapitulasi registrasi untuk bagian keuangan universitas dan fakultas, pemotretan KTM on-line, pencetakan KTM. Sedangkan mekanisme untuk merekam mahasiswa yang cuti/lulus/do/keluar/meninggal belum terimplementasikan sesuai rencana pengembangan. Kebutuhan Perangkat Lunak Sistem Informasi Akademik Unsoed. Oleh karena itu sampai saat ini data student body antara registrasi dengan fakultas berbeda.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan yang bertujuan tercapainya sistem secara terintegerasi masih banyak kekurangan dan kendala di lapangan yang antara lain dapat teridentifikasi dan dapat diambil solusi dengan menggunakan action control, antara lain :

1. Kebijakan untuk mengintegrasikan database belum diimplementasikan di seluruh program studi.
2. Rendahnya Manajemen SIM (Perencanaan, Operasional, Pemeliharaan)
3. Rendahnya Kualitas Peralatan & Jaringan
4. Rendahnya Kualitas SDM

Penyelesaian alternatif
Peningkatan Aksesibilitas dan kinerja SIM Unsoed
Aktifitas yang diusulkan
1. Meningkatkan kualitas integrasi Database
– Database bersifat online dapat diakses tanpa dibatasi ruang dan waktu
– Database terintegrasi antara mahasiswa, dosen, karyawan, dan orang tua
– Akses database baik input maupun output antar fakultas lancar
– Layanan terpadu dari sistem keuangan, akademik, kepegawaian, dan layanan ilmiah.
– Kemudahan pembayaran SPP mahasiswa
– Kemudahan dalam mengakses informasi akademik (KHS, SPP, dll) tanpa mengurangi privasi dengan menggunakan password dan dapat diakses oleh orang tua mahasiswa
– Server di fakultas dapat beroperasi 24 jam
2. Manajemen SIM
– Pengembangan grand design Sistem Informasi Unsoed
– Perencanaan yang matang baik dari segi infrastruktur hardware maupun software
– Analisis suatu program sebelum diterapkan
– Koordinasi dari setiap divisi pada teamwork
– Persamaan program yang digunakan oleh setiap fakultas
– Adanya update content database secara reguler menyesuaikan kebutuhan
– Monitoring implementasi program
– Evaluasi dari program yang dijalankan
– Penyempurnaan dilakukan setiap waktu
3. Meningkatkan kualitas jaringan dan internet
– Jaminan listrik stabil
– Kualitas perangkat jaringan yang memenuhi syarat
– Penambahan bandwitch untuk mempercepat akses internet
– Penggunaan fiber optik sebagai usaha preventif dari gangguan petir
– Update antivirus secara berkala untuk mengurangi resiko software
– Konfigurasi router untuk pengecekan proses koneksi
– Sistem wireless/hot spot agar bebas tikus/troubel kable, bisa diakses laptop, coverage luas
4. SDM yang profesional
– Pelatihan sesuai bidang keahlian secara kontinyu
– Peningkatkan kemampuan pegelola jaringan dan aplikasi sistem informasi akademik
– Pengembangkan Standard Operation Procedure
– Penanganan yang cepat terhadap laporan gangguan
– Job Description untuk memberikan kemudahan SDM dalam menjalankan tugas dan kewajibannya
– Urutan prioritas : kepentingan mahasiswa, kepentingan dosen dan kepentingan jurusan


“Result Control Sistem Informasi Unsoed”
Dosen : Dr. Agung Praptapa, MBA

Oleh : IRFAN PRIAMBUDI
NIM : P2CC07108
Angkatan 21 MM Purwokerto

Latar Belakang

SIM yang terpadu sangat penting untuk mendukung pelaksanaan proses pendidikan tinggi. Dengan ketersediaan data yang akurat, reliable, dan uptodate, SIM akan meningkatkan produktivitas civitas academica dan manajemen pendidikan tinggi, efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya proses pendidikan. Oleh karena itu, meningkatkan SIM Unsoed agar mampu mengintegrasikan sistem informasi seluruh Universitas Jenderal Soedirman adalah hal yang sangat penting.
SIM akan menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan proses pendidikan melalui penyediaan data dan informasi secara berjenjang bagi mahasiswa, dosen, staf dan pimpinan universitas. Dalam kaitannya dengan itu, adalah yang penting untuk meningkatkan apresiasi terhadap SIM Unsoed sehingga pengguna merasa lebih mudah, cepat dan nyaman dalam mendapatkan informasi sehingga mereka akan terus menerus menggunakannya yang pada gilirannya akan menjamin keberlanjutan (sustainability) SIM Unsoed sendiri.
Keberlanjutan dari SIM Unsoed dalam mendukung pelaksanaan fungsi manajemen perlu dipertahankan. Kemajuan teknologi informasi yang demikian cepat harus diimbangi dengan peningkatan yang cepat juga dari kemampuan pengelola dan pengembang SIM Unsoed agar senantiasa mampu untuk menyediakan informasi yang bermutu tinggi. Baca entri selengkapnya »

Bila kita cermati,banyak peluang usaha yang bisa diambil pada bulan Ramadhan.Bisa dijadikan bisnis musiman atau malah diteruskan setelah bulan puasa usai atau mengembangkan usaha yang sudah ditekuni dengan membidik lebih serius pada kebutuhan konsumen di bulan ini.Bila Anda belum pernah membuka usaha,bisa menjadikan bulan ini sebagai ajang latihan untuk memulai membuka bisnis.Bagaimana..?
Diantara beberapa usaha yang bisa di andalkan pada bulan Ramadhan adalah:
@Memproduksi atau berjualan busana muslim,seperti baju koko,mukena,jilbab,sajadah,peci,gamis,sarung baju muslim anakdan lain sebagainya.Atau bisa juga busana umum baik untuk laki-laki atau perempuan dari mulai balita,anak-anak.remaja sampai untuk orang dewasa.Bisnis busana termasuk yang paling menikmati panen raya pada bulan puasa ini,dari mulai pedagang kaki lima,pedagang kreditan di kampung-kampung sampai pemain kelas kakap selevel Sogo,Seibu,Matahari,Ramayana,dan lain sebagainya. Baca entri selengkapnya »

I. JUDUL

“Perlindungan Hukum Konsumen PLN di Indonesia”

II. LATAR BELAKANG

Persoalan konsumen adalah masalah yang sehari-hari ada depan mata kita. Aneka ragam bentuknya, dari soal kenaikan BBM, gas elpiji, kenaikan tarif telepon maupun listrik yang byar pet. Masalah konsumen merupakan masalah rakyat banyak dan tidak cukup hanya ditangi oleh satu lembaga saja, seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLKI). Dari sekian banyak masalah konsumen yang tengah dihadapi oleh masyarakat salah satu yang saat ini sedang kita alami bersama adalah adanya pemadaman listrik secara bergilir.

Kewajiban utama pelanggan PLN adalah membayar rekening listrik tepat pada waktunya. Sebaliknya pelanggan PLN berhak mendapatkan tenaga listrik secara berkesinambungan dengan keadaan baik. Bahkan apabila terjadi gangguan, pelanggan PLN berhak mendapatkan pelayanan untuk perbaikan terhadap gangguan penyediaan tenaga listrik atau penyimpangan terhadap mutu tenaga listrik yang disalurkan. Idealnya antara hak dan kewajiban berjalan secara pararel. Pelanggan membayar listrik tepat waktu sekaligus pelanggan juga mendapatkan pelayanan kebutuhan listrik secara optimal.

Baca entri selengkapnya »

Kenaikan BBM merupakan politik yang berdampak menekan kehidupan rakyat banyak. Rakyat yang sudah menderita dengan berbagai ragam kenaikan harga bahan pokok sebelumnya, kini mereka harus menerima penderitaan lagi dengan kenaikan harga BBM. Tetapi dengan adanya BLT walaupun hanya untuk 7 bulan, tetapi itu bisa melegakan hati untuk sementara. Tujuannya agar rakyat merasa berhutang budi pada pemerintah.
Efect domino karena kenaikan BBM ini oleh pemerintah hanya dikompensasi melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan disalurkan kepada masyarakat miskin yang tersebar di kota besar. Dengan hanya Rp. 300 ribu rupiah, rakyat yang dikategorikan miskin ini rela antri berjam-jam, berdesak-desakan bahkan ada yang sampai baku hantam berebutan untuk mendapatkan bagian. Sudah dikemanakan harga diri bangsa ini rakyat disuruh meminta-minta. Apakah tidak ada program lain yang bersifat mendidik, padahal pakar-pakar ekonomi berserakan di republik ini. Diperparah dengan data tentang kemiskinan itu sendiri yang tidak jelas.
Apakah dengan BLT semua rakyat miskin dapat terbantu? Departemen sosial sendiri menyatakan bahwa 3 tahun silam efektifitas BLT hanya sekitar 54,96 persen, sementara hanya sekitar 45% rumah tangga miskin penerima BLT menyatakan bahwa bantuan itu meringankan beban hidup mereka yang kian berat pasca kenaikan harga BBM 2005.
Baca entri selengkapnya »

UJIAN MATA KULIAH

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

DOSEN : ALI ROKHMAN, PH.D

MAGISTER MANAJEMEN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

TAHUN 2008

OLEH

IRFAN PRIAMBUDI

P2CC07108

ANGKATAN 21

PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN KINERJA TIK UNSOED UNTUK MENUNJANG PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

I. LATAR BELAKANG PENERAPAN SISTEM INFORMASI

I.1. Implementasi Sistem Informasi Manajemen di Unsoed

Sejarah pengembangan SIM Unsoed terkait erat dengan sejarah data processing (pemrosesan data) sebelum SIM Unsoed ditetapkan. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, pemrosesan data dilakukan secara manual menggunakan mesin ketik dan tersebar di tempat-tempat terpisah. Sejalan dengan perkembangan teknologi, penggunaan mesin ketik digantikan dengan komputer walaupun belum menggunakan sistem database terpadu. Pemrosesan data masih secara tradisional, tidak akurat, tidak terstruktur, sulit untuk dirubah, sulit dimonitor oleh pengambil keputusan, dan tidak komprehensif.
Baca entri selengkapnya »

Tugas SIM a.n
Irfan Priambudi
Susilo Budi P
Djumadi


Mohon maaf kepada Bpk. Dosen dan rekan-rekan, berhubung file disimpan di flashdisk dan pada saat akan di upload flashdisknya hilang jadi kita menggunakan file scan. Mohon maaf apabila terlalu kecil atau kurang jelas…terima kasih…

Blog dapat dikategorikan sebagai e learning, dalam tulisannya Rosenberg (2001) beliau mengungkapkan bahwa e learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. Sebuah blog dapat dijadikan media belajar interaktif, misalnya sebuah komunitas guru di sebuah sekolahan rame-rame membuat blog yang isi atau konten sebuah blog menyangkut mata pelajaran yang di ampu masing-masing guru. Kemudian ada siswa yang mengakses blog tersebut, Si siswa mengisi comment di blog, sehingga terjadi komunikasi dalam sebuah blog tanpa di batasi sebuah protokoler antara guru dan murid. Dalam hitungan saat ini jumlah mata pelajaran di sekolah tidak lebih dari 20 macam. Jadi jika setiap kabupaten ada guru yang aktif ngeblog untuk 1 fokus pelajaran tertentu maka pendidikan Indonesia dengan cepat majunya. Sebab isi blog bisa apa saja, bahkan akan sangat menggigit. Dan tidak akan keluar jalur, karena pengunjung blog bisa saja memberi kritiknya. Baca entri selengkapnya »

Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di Internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar “cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.
Baca entri selengkapnya »

Kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Okt    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Link Website

Blog Stats

  • 8,816 hits